Rangkuman Modul PKB SMP KKA Karakteristik Siswa SMP

MODUL GURU PEMBELAJAR


Pedagogik

Kompetensi A

KARAKTERISTIK SISWA SMP
Edisi revisi 2017
Matematika SMP KK A
Pendahuluan
A.    Latar Belakang
Masa   pertumbuhan   siswa   di   usia   SMP/MTs   merupakan   masa   remaja,   suatu peralihan dari anak-anak ke dewasa. Pada masa yang singkat ini, siswa mengalami perkembangan secara signifikan dalam hidupnya, bukan hanya pada fisik, namun juga emosi, sosial, perilaku, intelektual, dan moral. Banyak masalah dan benturan yang mungkin terjadi selama proses pertumbuhan dan perkembangan ini. Agar remaja dapat tumbuh secara optimal maka dibutuhkan dukungan dan kesempatan pada dirinya untuk mengembangkan diri dengan disertai pendampingan dari orang dewasa yang peduli terhadap dirinya (Santrock, 2011). Guru sebagai orang dewasa terdekat setelah keluarga diharapkan dapat mendukung siswa dalam melalui proses perkembangan ini. 
Di sisi lain, setiap siswa dilahirkan dengan membawa potensi. Tanpa adanya potensi tersebut,  maka  mustahil  manusia  akan  mampu  menjalani  kehidupan  yang  akan dilalui   yang   penuh   dengan   tantangan,   cobaan,   dan   halangan.   Selain   potensi keimanan, setiap manusia dianugrahi potensi indrawi dan tubuh atau raga secara umum, lalu potensi akal pikiran serta potensi rasa. Terkait pendidikan matematika, merupakan tugas guru matematika untuk dapat menggali dan mengidentifikasi potensi siswa guna memperlancar terjadinya proses pembelajaran.
Guru diharapkan memiliki wawasan mengenai karakteristik siswa, cara-cara menangani masalah, mengenali potensi siswa dalam belajar matematika, mengidentifikasi kesulitan belajar siswa dan cara mengatasinya sehingga dapat dimanfaatkan  dalam  mendukung  pencapaian  tujuan  pembelajaran.  Pengetahuan guru mengenai karakteristik siswa merupakan salah satu kompetensi pedagogis seperti yang dinyatakan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.16 tahun 2007, yaitu kompetensi inti guru: “Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual”.      
Selain bertujuan mencapai kompetensi yang telah ditentukan, proses pembelajaran juga merupakan wahana untuk penguatan pendidikan karakter siswa. Setiap proses pembelajaran melibatkan mata pelajaran atau tema yang sedang dilaksanakan, metode pembelajaran yang digunakan oleh guru, serta pengelolaan kelas. Dalam rangkaian penyelenggaraan proses belajar mengajar di kelas guru memiliki kesempatan leluasa untuk mengembangkan karakter siswa.
Guru dapat memilih bagian dari  mata pelajarannya atau tema pelajaran untuk diintegrasikan dengan pengembangan karakter siswa.
Metode belajar yang dipilihpun dapat menjadi media pengembangan karakter. Ketika mengelola kelas guru berkesempatan untuk mengembangkan karakter melalui tindakan dan tutur katanya selama proses pembelajaran berlangsung. Pengembangan karakter oleh guru di kelas dan sekolah sangat strategis dalam membangun dan memelihara karakter bangsa.
Hal itu sesuai dengan Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang dicanangkan oleh pemerintah.
Gerakan PPK dalam pendidikan hendak mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk mengadakan perubahan paradigma, yaitu perubahan pola pikir dan cara bertindak, dalam mengelola sekolah. Gerakan PPK di sekolah adalah gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakteristik siswa melalui harmonisasi olah  hati  (etik),  olah  rasa  (estetika),  olah  pikir  (literasi),  olah  raga  (kinestetik) dengan dukungan pelibatan publik, dan kerjasama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.Gerakan tersebut merupakan kelanjutan dan kesinambungan dari Gerakan Nasional Pendidikan Karakter Bangsa Tahun 2010.
Kebijakan PPK terintegrasi dalam  Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yaitu perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak menjadi lebih baik. Nilai-nilai utama GNRM (religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, integritas) ingin ditanamkan melalui sistem pendidikan nasional agar diketahui, dipahami dan diterapkan di seluruh sendi kehidupan. Lima nilai utama karakter tersebut saling berkaitan membentuk jejaring nilai karakter yang perlu dikembangkan sebagai prioritas Gerakan PPK .
Nilai  karakter  Religius  yang  mencerminkan  keberimanan  terhadap  Tuhan  yang Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku untuk melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain. Nilai karakter religius ini meliputi tiga dimensi relasi sekaligus, yaitu hubungan individu dengan Tuhan, individu dengan sesama, dan individu dengan alam semesta (lingkungan). Nilai karakter religius ini ditunjukkan dalam perilaku mencintai dan menjaga keutuhan ciptaan. Sub nilai religius antara lain cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama, teguh pendirian, percayadiri, kerja sama lintas agama, antibuli dan kekerasan, persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak, melindungi yang kecil dan tersisih.
Nilai karakter Nasionalis merupakan cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Subnilai nasionalis antara lain apresiasi budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, unggul dan berprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin, menghormati keragaman budaya, suku, dan agama. 
Nilai karakter Mandiri merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi  dan  cita-cita.  Subnilai  kemandirian  antara  lain  etos  kerja  (kerja keras), tangguh tahan banting, daya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Nilai karakter Gotongroyong mencerminkan tindakan menghargai semangat kerjasama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama, memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, bersahabat dengan orang lain dan memberi bantuan pada  mereka  yang  miskin,  tersingkir  dan  membutuhkan  pertolongan.  Subnilai gotong   royong   antara   lain   menghargai,   kerjasama,   inklusif, komitmen atas keputusan  bersama,  musyawarah  mufakat,  tolong  menolong,  solidaritas,  empati, anti diskriminasi, anti kekerasan, sikap kerelawanan.
Nilai karakter Integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai- nilai kemanusiaan dan moral (integritas moral).
Karakter integritas meliputi sikap tanggung jawab sebagai warga negara, aktif terlibat dalam kehidupan sosial, melalui konsistensi   tindakan dan perkataan yang berdasarkan kebenaran.
Subnilai integritas antara lain kejujuran, cinta pada kebenaran, setia, komitmen moral, anti korupsi, keadilan, tanggungjawab, keteladanan, menghargai martabat individu (terutama penyandang disabilitas).
Berlatar  belakang  dan  dengan  rasional  di  atas,  maka  modul ini  disusun sebagai bentuk fasilitasi bagi guru guna meningkatkan wawasannya mengenai karakteristik siswa, permasalahan siswa,potensi siswa,dan kesulitan belajar siswa beserta cara mengatasinya. Dalam rangka mendukung implementasi Gerakan PPK di sekolah dan kelas,   modul ini telah mengintegrasikan nilai-nilai utama karakter pada Gerakan PPK tersebut. Penerapan nilai-nilai utama karakter pada PPK tersebut terintegrasi dalam komponen kegiatan pembelajaran.

B.    Tujuan
Modul ini disusun adalah untuk menjadi bahan belajar bagi guru atau bahan ajar pendamping bagi fasilitator terkait materi karakteristik siswa SMP dalam program Guru Pembelajar. 
Tujuan  belajar  yang  akan  dicapai  adalah  memahami  perkembangan fisik, emosi, sosial, kepribadian, intelektual, moral, dan spiritual siswa, menganalisis potensi siswa dalam belajar matematika, mengidentifikasi kesiapan belajar matematika  siswa,  dan  menjelaskan  kesulitan  belajar  matematika  siswa  beserta cara mengatasinya.

C.    Peta Kompetensi
Pembahasan materi dalam modul ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
Kompetensi yang akan dicapai melalui materi dalam modul ini meliputi kompetensi inti guru yang dijabarkan ke dalam kompetensi guru mata pelajaran, seperti dalam tabel berikut ini.
STANDAR KOMPETENSI GURU

KOMPETENSI INTI GURU
KOMPETENSI GURU MATA
PELAJARAN/KELAS/KE
AHLIAN/BK

Indikator Esensial/ Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
1. Menguasai karakteristik
siswa dari aspek
fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual.
1.1 Memahami karakteristik siswa usia
SMP/MTs yang berkaitan
dengan aspek fisik, intelektual, sosial- emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial-budaya.
1.1.1 Menjelaskan perkembangan fisik siswa dan implikasinya dalam
pembelajaran
1.1.2 Menjelaskan perkembangan emosi siswa dan implikasinya dalam pembelajaran
1.1.3 Menjelaskan perkembangan sosial siswa dan implikasinya dalam pembelajaran
1.1.4 Menjelaskan perkembangan intelektual siswa dan implikasinya
dalam pembelajaran
1.1.5 Menjelaskan perkembangan spiritual siswa dan implikasinya
dalam pembelajaran
1.1.6 Menjelaskan perkembangan moral dan implikasinya dalam pembelajaran
1.1.7 Menjelaskan perkembangan kepribadian siswa dan implikasinya dalam pembelajaran
1.1.8 Membedakan berbagai aspek perkembangan siswa berdasarkan ciri-cirinya
1.2 Mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu
1.2.1 Mengidentifikasi ciri-ciri siswa berbakat
1.2.2 Menjelaskan ciri-ciri siswa yang memiliki potensi dan kemampuan tinggi dalam belajar matematika.
1.2.3 Mengidentifikasi kesiapan siswa dalam pembelajaran secara fisik, psikis dan kognisi
1.3 Mengidentifikasi
bekal-ajar awal peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.

1.3.1 Mengidentifikasi materi prasyarat sebagai bekal awal siswa
1.4 Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.
1.4.1 Mengidentifikasi macam kesulitan belajar matematika

1.4.2 Mengidentifikasi faktor- faktor kesulitan belajar siswa
dalam belajar matematika


1.4.3 Menjelaskan cara mengatasi kesulitan belajar matematika


D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup materi dalam modul ini meliputi:
1. Perkembangan Fisik, Emosi, Sosial, Kepribadian, Intelektual, Moral dan Spiritual Siswa
2. Potensi dan Kesiapan Siswa dalam Belajar Matematika 
3. Kesulitan Belajar Siswa

E. Saran Cara Penggunaan Modul
Secara umum, cara penggunaan modul pada setiap Kegiatan Pembelajaran disesuaikan dengan skenario setiap penyajian mata diklat. Modul ini dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran guru, baik untuk moda tatap muka dengan model tatap muka penuh maupun model tatap muka In-On-In. Alur model pembelajaran secara umum dapat dilihat pada bagan dibawah:
E.1. Deskripsi Kegiatan Diklat Tatap Muka Penuh
Kegiatan pembelajaran diklat tatap muka penuh adalah kegiatan fasilitasi peningkatan kompetensi guru melalui model tatap muka penuh yang dilaksanakan oleh unit pelaksana teknis dilingkungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) maupun lembaga diklat lainnya. Kegiatan tatap muka penuh ini dilaksanakan secara terstruktur pada suatu waktu yang dipandu oleh fasilitator. Tatap muka penuh dilaksanakan menggunakan alur pembelajaran yang dapat dilihat pada alur dibawah ini.


Kegiatan pembelajaran tatap muka pada model tatap muka penuh dapat dijelaskan sebagai berikut, 

a. Pendahuluan
Pada kegiatan pendahuluan fasilitator memberi kesempatan kepada peserta diklat untuk mempelajari:
  1. latar belakang yang memuat gambaran materi
  2. tujuan kegiatan pembelajaran setiap materi 
  3. kompetensi atau indikator yang akan dicapai melalui modul. 
  4. ruang lingkup materi kegiatan pembelajaran 
  5. langkah-langkah penggunaan modul 
b. Mengkaji Materi
Pada kegiatan mengkaji materi modul kelompok kompetensi A Pedagogik: Karakteristik Siswa SMP, fasilitator memberi kesempatan kepada guru sebagai peserta untuk mempelajari materi yang  iuraikan secara singkat sesuai dengan indikator pencapaian hasil belajar. Guru sebagai peserta dapat mempelajari materi secara individual maupun berkelompok dan dapat mengkonfirmasi permasalahan kepada fasilitator.

c. Melakukan aktivitas pembelajaran
Pada kegiatan ini peserta melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rambu-rambu atau instruksi yang tertera pada modul dan dipandu oleh fasilitator. Kegiatan pembelajaran pada aktivitas pembelajaran ini akan menggunakan pendekatan yang akan secara langsung berinteraksi di kelas pelatihan bersama fasilitator dan peserta lainnya, baik itu dengan menggunakan diskusi tentang materi, melaksanakan praktik, dan latihan soal/tugas/kasus.
Lembar kegiatan pada pembelajaran tatap muka penuh adalah bagaimana menerapkan pemahaman materi-materi yang berada pada kajian materi.
Pada aktivitas pembelajaran materi ini juga peserta secara aktif menggali informasi, mengumpulkan dan mengolah data sampai pada peserta dapat membuat kesimpulan kegiatan pembelajaran.

d. Presentasi dan Konfirmasi.Pada kegiatan ini peserta melakukan presentasi hasil kegiatan. Fasilitator melakukan konfirmasi terhadap materi dan membahas secara bersama-sama. Peserta dan penyaji juga mereview seluruh materi yang ada dalam kegiatan pembelajaran. 

e. Persiapan Tes Akhir 
Pada bagian ini fasilitator didampingi oleh panitia menginformasikan tes akhir yang akan dilakukan oleh seluruh peserta yang dinyatakan layak tes akhir. 

E.2. Deskripsi Kegiatan Diklat Tatap Muka In-On-In 
Kegiatan diklat tatap muka dengan model In-On-In adalan kegiatan fasilitasi peningkatan kompetensi guru yang menggunakan tiga kegiatan utama, yaitu In Service Learning 1 (In-1), on the job learning (On), dan In Service Learning 2 (In-2). Secara umum, kegiatan pembelajaran diklat tatap muka In-On-In tergambar pada alur berikut ini.

Kegiatan pembelajaran tatap muka pada model In-On-In dapat dijelaskan sebagai berikut,

a. Pendahuluan
Pada kegiatan pendahuluan disampaikan bertepatan pada saat pelaksanaan In service learning 1 fasilitator memberi kesempatan kepada peserta diklat untuk mempelajari :
  1. latar belakang yang memuat gambaran materi
  2. tujuan kegiatan pembelajaran setiap materi 
  3. kompetensi atau indikator yang akan dicapai melalui modul. 
  4. ruang lingkup materi kegiatan pembelajaran 
  5. langkah-langkah penggunaan modul
b. In Service Learning 1 (IN1) 

Mengkaji Materi 

Pada kegiatan mengkaji materi modul kelompok kompetensi A Pedagogik: Karakteristik Siswa SMP fasilitator memberi kesempatan kepada guru sebagai peserta untuk mempelajari materi yang diuraikan secara singkat sesuai dengan indikator pencapaian hasil belajar. Guru sebagai peserta dapat mempelajari materi secara individual maupun berkelompok dan dapat mengkonfirmasi permasalahan kepada fasilitator. 

Melakukan aktivitas pembelajaran 
Pada kegiatan ini peserta melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rambu-rambu atau instruksi yang tertera pada modul dan dipandu oleh fasilitator. Kegiatan pembelajaran pada aktivitas pembelajaran ini akan menggunakan pendekatan/metode yang secara langsung berinteraksi di kelas pelatihan, baik itu dengan menggunakan metode berfikir reflektif, diskusi, brainstorming, simulasi, maupun studi kasus yang kesemuanya dapat melalui Lembar kegiatan yang telah disusun sesuai dengan kegiatan pada IN1. 
Pada aktivitas pembelajaran materi ini peserta secara aktif menggali informasi, mengumpulkan dan mempersiapkan rencana pembelajaran pada on the job learning.

c. On the Job Learning (ON) 
Mengkaji Materi 
Pada kegiatan mengkaji materi modul kelompok kompetensi A Pedagogik: Karakteristik Siswa SMP, guru sebagai peserta akan mempelajari materi yang telah diuraikan pada in service learning 1 (IN1).
Guru sebagai peserta dapat membuka dan mempelajari kembali materi sebagai bahan dalam mengerjakan tugas-tugas yang ditagihkan kepada peserta.

Melakukan aktivitas pembelajaran
Pada kegiatan ini peserta melakukan kegiatan pembelajaran di sekolah maupun di kelompok kerja berbasis pada rencana yang telah disusun pada IN1 dan sesuai dengan rambu-rambu atau instruksi yang tertera pada modul. Kegiatan pembelajaran pada aktivitas pembelajaran ini akan menggunakan pendekatan/metode praktik, eksperimen, sosialisasi, implementasi, peer discussion yang secara langsung di dilakukan di sekolah maupun kelompok kerja melalui tagihan berupa Lembar kegiatan yang telah disusun sesuai dengan kegiatan pada ON.
Pada aktivitas pembelajaran materi pada ON, peserta secara aktif menggali informasi, mengumpulkan dan mengolah data dengan melakukan pekerjaan dan menyelesaikan tagihan pada on the job learning.

d. In Service Learning 2 (IN2)

Pada kegiatan ini peserta melakukan presentasi produk-produk tagihan ON yang akan di konfirmasi oleh fasilitator dan dibahas bersama. Pada bagian ini juga peserta dan penyaji me-review materi berdasarkan seluruh kegiatan pembelajaran.

e. Persiapan Tes Akhir

Pada bagian ini fasilitator didampingi oleh panitia menginformasikan tes akhir yang akan dilakukan oleh seluruh peserta yang dinyatakan layak tes akhir.

E.3. Lembar kegiatan
Modul pembinaan keprofesian berkelanjutan kelompok kompetensi A Pedagogik: Karakteristik Siswa SMP terdiri dari beberapa kegiatan pembelajaran yang di dalamnya terdapat aktivitas-aktivitas pembelajaran sebagai pendalaman dan penguatan pemahaman materi yang dipelajari.
Modul ini mempersiapkan Lembar kegiatan yang nantinya akan dikerjakan oleh peserta, lembar kegiatan tersebut dapat terlihat pada tabel berikut.

No
Kode LK
Nama LK
Keterangan
1.
LK1.1
Perkembangan sosial siswa dan implikasinya
TM, IN1
2.
LK1.2
Integrasi nilai religius/spiritual
TM, ON
3.
LK1.3
Identifikasi kasus amoral dan penanganannya
TM, ON
4.

Latihan KP 1
TM, ON
5.
LK2
Identifikasi Kesiapan, Ketidaksiapan siswa dan materi prasayarat
TM, IN1
6.

Latihan KP 2
TM, ON
7.
LK3.1
Identifikasi kesulitan belajar siswa
TM, IN1
8.
LK3.2
Kesulitan belajar matematika
TM, ON
9.

Latihan KP 3
TM, ON

Keterangan.
TM : Digunakan pada Tatap Muka Penuh
IN1 : Digunakan pada In service learning 1
ON : Digunakan pada on the job learning 

Atrikel Terkait

Previous
Next Post »